6.8.09

Capek

Gettyimages.com

Dari berangkat ke Bali sebulan yang lalu, sampai tadi pagi (waktu ibu & adik balik ke Jakarta), rasanya ketemu orang terus. Dan secara aku ini adalah asisten cabutannya kyai, that's how people address me, even in Bali: "Mbak, tolong bilangin sama Bapak, niki, niku, niku, niki..."

Rasanya tangki untuk mikir & menulis & membaca & memotret udah garing sampai ke dasarnya. Bukankah mestinya liburan adalah untuk melemaskan otot, relaksasi dan bersenang-senang? Kok rasanya malah capek dan bodoh ya?

========

Omongan kayak begini ga bisa dituang ke Blog saking ga ada yang mau baca. Ga bisa ditulis di surat, diomongin di telpon, diceritain ke orang. Cuma bisa buat di sini, tempat orang ga baca, karena malu-maluin kalau ketahuan.

Ini adalah jurnal pribadi: tempat kita males cerita, tapi gengsi diuraikan dalam do’a.

Selamat datang, Hning, di rumahmu yang baru, karena rumahmu yang lama digusur si narsis Yaya.

Memilih GPS

  Photo by Thomas Smith on Unsplash Tentang memilah tanda dari semesta. Gimana caranya yakin bahwa tanda yang kita dengar itu beneran wangs...