10.12.09

Mau?

Bukannya tidak mau. Siapa yang tak ingin menikah, punya anak, harta Harun biarpun sekarung? Siapa yang tidak lapar, birahi, dan terganggu denging nyamuk? Kita masih manusia; terikat badan dan nafsu yang bawel dan mengekang berkepanjangan.

Siapapun mau. Tapi ada yang mampu memudarkan kemauannya.

Ada yang memilih untuk selibat, mengaji dan puasa Daud selama-lamanya. Ada yang memilih untuk memutus garis keturunannya, menggantungkan karma sepenuhnya pada amal sehari-hari. Ada yang nekat harakiri sosial, mencukur titelnya dan berharap dilupakan.

Bukannya tak mampu, bukannya tak mau. Tapi ada orang-orang yang memilih untuk menjadi lebih dari sekedar manusiawi. Disambat Panggilan yang hanya terjawab dengan “Labbaik”.

Maal Allah

Catatan dari tahun ketiga berqurban bersama suami Kemarin kami keliling Jeddah. Dari selatan ke utara, dari ujung ke ujung kota ini — mene...