26.11.09

Sebanding

Aku semalam mengobrol sama Yang Punya Langit. Atau mungkin lebih cocok disebut misuh-misuh & merepet?

Aku bilang,

"Denger ya, 'Han, beberapa hari yang lalu ada anak laki-laki ganteng, tinggi, baik hati dan penuh kerja keras yang menawarkan dirinya untuk aku telanjangi, jilati dan sebadani sampai kita berdua keluar dari hidung, mati gaya & berkilap nikmat.”

Yang Punya Langit diam saja, menanti lanjutan ceritaku.

“Tahu tidak, bahwa aku - hambamu yang penuh konflik ini - MENOLAK.”

Langit menggelegar sesaat, tawaNya merobek seantero jagat.

Akupun mengeraskan suaraku, berusaha mengalahi gema gemuruh bertalu-talu.

“Aku menolaknya, ‘Han! Demi apaan coba Aku menolaknya? Demi ranjangMu yang bergetar reot saban ada anak manusia yang remnya cacat. Demi gerah resah karena tak jadi memekosanya? Demi DIRIMU YANG KAGAK KELIATAN & CUMA NGAKAK DARI SANA!!! ”

Saat tawaNya reda, aku bilang lagi.

"I hope it was worth it! Moga-moga SEBANDING penolakanku dengan dengan penyesalan karena ngelewati kesempatan untuk menyebadani lelaki itu. Moga-moga SEBANDING dengan wanita yang nanti dia jadikan istri. Moga-moga sebanding dengan sempit dan sepinya kuburanku nanti. Dengar tidak, 'Han? Yo wis. Have a nice day. Amin. Udah, cukup ketawanya, 'Han!”

17.11.09

Asar

Komrad I, pengajar workshop UKM-ku bilang, "SEMUA bisnis kita akan selalu merugi. Sekali-kalinya kita untung, saat kita melakukan salah satu dari yang berikut:

  • Percaya sesuatu,
  • berbuat kebaikan,
  • saling mengingatkan dan
  • <s>makan hati bersama-sama</s> saling menyabarkan."

Aku tanya, "Tau dari mana? Perasaan buku-buku golongan RichBastard,PoorBastard ga pernah ngajar yang kayak gitu."

Katanya, Iya, yang tahu ilmu ekonomi ini cuma yang senang baca buku klasik. Coba baca bagian "Asar" dari buku yang namanya al-Qur'an.

8.11.09

The Adulterer

“Maybe all one can do is hope to end up with the right regrets.” ~ Arthur Miller

Nude ManUnder the shower of stones, the dying adulterer cried, “O people, take me back to the Holy Prophet!”

When the story was passed on the the Prophet, he scolded the witnesses.

“"Why did you not let him off, he might have repented, and Allah may have accepted it."

23.8.09

A Practice

GettyImages.com

The first thing I said on the first long distance call I've made in months, “Jealousy ambushed me when I read your poem.”

I heard him bringing himself back to wakefulness, barely recognizing my voice across his drowsiness.

I pressed on, "Then I read your status, that you can only know how different I am by comparing me with the others, how bright is my start, by having me lain amongst the others. That's when I lost my jealousy and loved you again as you are.”

Love, like every other religion, is a practice.

6.8.09

Capek

Gettyimages.com

Dari berangkat ke Bali sebulan yang lalu, sampai tadi pagi (waktu ibu & adik balik ke Jakarta), rasanya ketemu orang terus. Dan secara aku ini adalah asisten cabutannya kyai, that's how people address me, even in Bali: "Mbak, tolong bilangin sama Bapak, niki, niku, niku, niki..."

Rasanya tangki untuk mikir & menulis & membaca & memotret udah garing sampai ke dasarnya. Bukankah mestinya liburan adalah untuk melemaskan otot, relaksasi dan bersenang-senang? Kok rasanya malah capek dan bodoh ya?

========

Omongan kayak begini ga bisa dituang ke Blog saking ga ada yang mau baca. Ga bisa ditulis di surat, diomongin di telpon, diceritain ke orang. Cuma bisa buat di sini, tempat orang ga baca, karena malu-maluin kalau ketahuan.

Ini adalah jurnal pribadi: tempat kita males cerita, tapi gengsi diuraikan dalam do’a.

Selamat datang, Hning, di rumahmu yang baru, karena rumahmu yang lama digusur si narsis Yaya.

29.4.09

Traffic

The first time my blog traffic jumped from 20 monthly, to 200, was the first time I learned to forgive the people I love.



Anger burns all clean...

Maal Allah

Catatan dari tahun ketiga berqurban bersama suami Kemarin kami keliling Jeddah. Dari selatan ke utara, dari ujung ke ujung kota ini — mene...